MUSIBAH SEBAGAI PERINGATAN ALLAH
Posted by Unknown on 10:37 PM with No comments
MUSIBAH SEBAGAI PERINGATAN ALLAH
KH. M. Baidhowi Muslich
Kita umat islam dan bangsa indone-sia umumnya tengah diperingatkan oleh
Allah SWT dengan datangnya musibah yang silih berganti. Mulai dari musibah
tsunami, gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, kekeringan, kebakaran,
banjir lumpur panas,, kecelakaan, berbagai macam penyakit. Semua itu memakan
korban yang tidak sedikit: baik nyawa maupun harta benda.
Berbagai musibah tersebut
mengi-ngatkan kita kepada sejarah umat-umat terdahulu yang diabadikan dalam
kitab suci Alquran :
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa
disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya
hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang
mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di
antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak
menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”
(al-ankabut: 40)
Mereka itu disiksa oleh Allah
SWT sebab dosanya:
1.
Kaumnya nabi luth dosanya :
homoseksual.
2.
Ashabul qoryah dirubah
wajahnya menjadi kera sebab melanggar aturan hari mulya
3.
Kaumnya nabi sholih diadzab
sebab tidak menerima kebenaran
4.
Qarun dan teman-temannya
ditengge-lamkan kedalam bumi sebab menentang dan menghina nabi musa AS
5.
Kaumnya nabi syu'aib
disiksa sebab curang dalam timbangan dan takaran.
6.
Kaumnya nabi nuh
ditenggelamkan dengan banjir tsunami pertama sebab menolak kebenaranm nabi Nuh.
7.
Fir'aun dan segenap
pasukannya tenggelam ke laut merah sebab fir'aun melawan nabi Musa.
Demikianlah
sepanjang riwayat dalam kitab suci Alquran bahwa : umat-umat terdahulu itu
diadzab sebab dosa-dosa mereka.
Timbul suatu pertanyaan: apakah
berbagai bencana yang melanda dimana-mana sekarang ini adalah adzab yang
dise-babkan oleh dosa umat manusia ataukah sebagai bala'/musibah-musibah
sebagai ujian kesabaran bagi orang-orang yang beriman? Tentu hanyalah Allah
yang paling tahu jawabannya dan Allah ta'ala tidak bisa ditanya, melainkan umat
manusia yang akan diusut dalam ayat berikut:
“Dia tidak ditanya tentang apa yang
diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai” (Al-Anbiya': 23)
Oleh karenanya: sebaiknya kita
harus mawas diri. Bukankah kita ini banyak dosa-dosa terhadap Allah:
perintah-Nya banyak yang ditinggalkan dan larangan-larangan-Nya banyak yang
dilanggar. Kemudian seharusnya bertaubat kepada Allah dengan menta'ati segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Namun bisa juga segala bencana
itu merupakan ujian iman, maka kita wajib sabar dan ridho atas apapun yang
menjadi ketetapan Allah SWT.
Bahwa Rosulullah SAW bersabda:
“Ketika Allah mencintai suatu kaum/bangsa
maka Allah menguji mereka, maka jika mereka ridho terhadap ujian Allah maka
Allah ridho terhadap mereka. Dan apabila mereka marah-marah maka Allah juga
marah” (HR. Tirmidzi).
Satu lagi yang harus menjadi
perha-tian kita yaitu masalah kemiskinan, mengapa sulit diatasi? Bahkan semakin
merajalela dan menimbulkan bahaya bagi bangsa yang telah merdeka puluhan tahun
lamanya. Jawabannya bahwa diantara penyebab itu adalah belum terwujudnya
pemerataan dalam menikmati pendapatan sebagai rizki dari Allah SWT sehingga
semakin nampak bahwa: yang kaya semakin kaya menumpuk dunia harta sedangkan yang
miskin kurang diperhatikan. Yang kaya tidak membayar zakat sedang yang miskin
banyak yang nekat.
Rosulullah SAW Bersabda:
“Orang-orang miskin itu tidak akan kelaparan
atau telanjang kecuali disebabkan perilaku orang-orang kaya. Ketauhilah bahwa
Allah SWT akan meng-Hisab mereka dengan hisab yang rumit kemudian menyiksa
mereka dengan siksa yang pedih”. (HR. Thobroni).
Categories: BULETIN JUM'AT, LP3AH

0 comments:
Post a Comment