HIJRAH DALAM SEJARAH
Posted by Unknown on 8:17 AM with No comments
HIJRAH DALAM SEJARAH
OLEH : K.H. M. Baidhowi Muslich
Kondisi
Makkah yang pada waktu itu belum memungkinkan
untuk perkem-bangan islam, menyebabkan beliau diperintahkan oleh Allah hijrah ke negeri Madinah yang
sementara sebagian masyarakatnya sudah
mengharapkan kehadiran rasulullah SAW. Peristiwa hijrah nabi inilah yang
dianggap suatu peristiwa besar dalam
sejarah Islam merupakan momentum yang menentukan eksistensi umat Islam di muka bumi, sehingga
peristiwa hijrah ini ditetapkan sebagai
permulaan kalender islam sejak pemerintahan
khulafaur rasyidin (Umar bin Khattab). Dalam peristiwa hijrah ini
disebut oleh para ahli sejarah, bagaimana patriot-isme islam yang dimiliki oleh
pemuda Ali karromallahu wajhahu yang
sanggup tidur di rumah nabi di saat-saat
yang mene-gangkan di mana rumah beliau telah
dikepung oleh kafir quraisy, bagaimana patriotisme islam yang dimiliki oleh Asma’ binti Abu Bakar yang
sempat ditempeleng oleh abu jahal,
sehingga perhiasan yang ada di
telinganya terlempar jauh karena wanita mulia ini tidak mau mengaku ketika ditanya di mana ayahnya
berada bersama nabi muhammad SAW. Wanita
inilah yang sanggup keluar rumah seorang diri dalam kegelapan malam sambil
membawa makanan untuk mengirim nabi
bersama ayahnya abu bakar yang sedang bersembunyi selama tiga malam di gua tsur di luar kota
Makkah. Dalam peristiwa itu pula tercatat bagaimana ketabahan Abu Bakar as-shiddiq yang sanggup menemani
nabi dalam perjalanan hijrah yang sangat
melelahkan dalam jarak yang sangat jauh,
melalui gurun-gurun pasir yang tandus dan sangat panas. Sementara itu dari pihak musuh orang-orang kafir sedang berusaha mati-matian untuk menangkap dan
mem-bunuh nabi. Seratus unta disediakan
mereka sebagai hadiah bagi siapa yang
bisa menangkap nabi Muhammad SAW baik dalam
keadaan hidup ataupun mati. Diantara kejadian-kejadian yang sangat
berpengaruh terhadap perjalanan
dakwah Islamiyah serta
merubah wajah sejarah adalah hijrah
Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Selama 13 tahun baginda rasul berada di Makkah dengan penuh
kesadaran berdakwah mengajak manusia
secara halus menuju ke jalan yang
benar menghapus kebudayaan
dan keyakinan jahiliyah
yang bertentangan dengan
akal sehat,
perbuatan-perbuatan yang
mengotori hati dan jiwa serta amaliyah-amaliyah yang merusak
kehidupan.
Diajaknya manusia
menuju keselamatan dan kebahagiaan yang hakiki setelah mereka
jatuh tenggelam ke dalam lumpur
kesesatan. Diajaknya mereka kembali ke
jalan Allah - Iman dan Islam,dengan penyerahan
diri sepenuhnya hanya kepada Allah rabb al-‘alamin.Beliau tanamkan kepada mereka ajaran tauhid Laa ilaaha illa
Allah. Sebagaimana yang telah diajarkan oleh para nabi
dan rasul pendahulunya sampai
nabi Ibrahim dan nabi Adam AS. Maka
dalam hal ini baginda rasul adalah orang yang paling berjasa dalam menyelamatkan
umat manusia. Diingatkan oleh beliau
bahwa “martabat manusia itu menjadi mulia
apabila bersih jiwanya, terang dan lurus jalan hidup yang ditempuhnya, beramal untuk
tuhannya sebagaimana berbuat
untuk dirinya sendiri, dan berusaha untuk kepentingan agamanya sebagaimana berusaha untuk kepentingan dunianya.” Itulah
sebenarnya yang ingin dicapai oleh islam
sehingga Allah mengangkat rasul-Nya dan menurunkan kitab suci-Nya. Diperjuangkannya kebenaran
Islam ini, walaupun harus ditebusnya dengan harga yang sangat mahal, dengan
seluruh pengorbanan. Kebenaran Islam inilah yang dipertahankan oleh nabi
bersama para sahabatnya walaupun dengan penuh penderitaan - penderitaan. Di
antara mereka ada yang sudah menghampiri mulut gua Tsur dengan pedang terhunus. Sementara Abu Bakar
di dalam gua mendengar suara kaki
mereka. Beliau mengatakan kepada nabi
dengan berbisik di telinga nabi dan menangis:
“Jika aku mati terbunuh maka yang mati hanyalah aku sendiri
tetapi jika engkau mati terbunuh maka musnahlah umat ini.”
Dalam hadits lain mengatakan :
“akan tetapi sungguh rasulullah itu orang yang tabah hatinya, percaya dengan pertolongan Allah
yang menguatkannya, hatinya selalu
bergantung dengan tuhan penciptanya.”
Inilah islam yang sampai sekarang kita ikuti dan diikuti oleh manusia-manusia yang beriman sampai hari
kiamat sebagai agama yang bermanfaat
bagi umat manusia. Perumpamaan Allah dalam
Al-Quran surat ar-Ra’d: 17
“ ... Adapun buih itu, akan hilang musnah; adapun sesuatu yang bermanfaat itu akan tetap tinggal di
bumi.”
Demikianlah Allah membuat
perumpamaan-perumpamaan.Demikianlah semoga uraian
singkat sejarah hijrah nabi ini ada
manfaatnya bagi kita. Dan selanjutnya dalam menghadapi tahun baru hijriah ini marilah kita renungkan.
Categories: LP3AH

0 comments:
Post a Comment