Berbagai Penyebab Mati Su'ul Khatimah
Posted by Unknown on 10:43 PM with No comments
Berbagai Penyebab Mati Su'ul Khatimah
KH. M. Baidhowi Muslich
Wasiat
paling penting di dalam Al qur’an adalah perintah Allah SWT agar orang-orang
mukminin tetap bertaqwa kepada Allah SWT dan tidak mati kecuali mati dalam
islam. Dalam firman Allah:
“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada
Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah kamu mati kecuali dalam
keadaan islam” (Ali Imron:102)
Demikian pula Nabi Ibrahim AS dan
Nabi Ya’qub AS juga berwasiat kepada anak-anaknya:
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada
anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “hai anak-anakku!
Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati
kecuali dalam memeluk agama islam””(Al Baqarah: 132)
Kedua ayat Al qur’an merupakan
peringatan keras bagi setiap orang beriman agar jangan mati su’ul khatimah.
Mati itu merupakan akhir kehidupan
dunia dan awal kehidupan akhirat. Tidak ada lagi waktu untuk bertaubat dan
tidak ada lagi waktu untuk beramal. Jadi sangat-sangat penting untuk
diperhati-kan.
Orang yang matinya su'ul khati-mah
–na'udzu billah min dzalik- sudah tidak bisa diharapkan keselamatannya untuk
selama-lamanya.
Kemudian apakah penyebabnya orang
mukmin mati su'sul khatimah? Secara umum Alquran menjelaskan bahwa perbuatan
dosa/kejahatan itu akibatnya adalah siksa/adzab yang lebih buruk.
Dalam surat Ar-rum ayat 10 Allah SWT
berfirman:
“Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan
kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat
Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya” (Ar-rum: 10)
Jadi ayat ini menegaskan bahwa
perbuatan jelek itu akibatnya juga jelek. Hal ini dibuktikan dengan sejarah
peristiwa-peristiwa pada zaman dahulu, bahkan mulai zaman Rasulullah SAW.
Seperti ceritanya 'Alqomah yang menya-kiti orang tuanya, tsa'labah yang tidak
membayar zakat, juga seseorang pejuang dikira mati dalam keadaan syahid. Dalam
perang, ternyata Rasulullah SAW mengatakan bahwa orang itu di neraka gara-gara
mencuri harta ghanimah.
Kemudian secara rinci diantaranya
adalah: tidak membayar zakat bagi orang yang telah wajib membayar zakat, sebab
dinilai orang itu sama dengan munafiq.
Allah berfirman dalan surat
Al-munafiqun ayat 10:
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada seseorang diantara kamu; lalu berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa engkau tidak menggunakan (kematian)ku sampai waktu dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan terrmasuk orang-orang yang shaleh?” (Al-Muanfiqun: 10)
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada seseorang diantara kamu; lalu berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa engkau tidak menggunakan (kematian)ku sampai waktu dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan terrmasuk orang-orang yang shaleh?” (Al-Muanfiqun: 10)
Dalam sebuah hadist riwayat imam
At-Tirmidzi dan ibnu jarir dari ibnu abbas
RA bahwa Rasulullah bersabda:
“Barang punya harta yang cukup untuk pergi haji atau
harta itu wajib dikeluarkan zakatnya tetapi tidak melaksanakannya maka ketika
mati dia meminta kembali” (HR. Tirmidzi)
Padahal Allah SWT tidak akan
menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu kematianya. Pada
ayat:
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menggunakan
(kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah maha
mengenal apa yang kamu kerjakan” (Al-Munafiqun: 11)
Penyebab lain daripada mati su’ul
khatimah menurut Syahid Abdullah Al-Haddad dalam nasihat-nasihatnya yaitu:
1. Menyia-nyiakan shalat lima waktu
2. Suka mencela orang lain
3. Menupu dan tidak jujur dalam berkerja
4. Mengingkari para wali Allah
5. Melakukan bid’ah dholalah seperti aliran-aliran sesat
6. Ragu-ragu kepada Allah, Rasul-Nya dan Hari kiamat
7. Dan dosa-dosa lain yang membahayakan
Categories: BULETIN JUM'AT, LP3AH

0 comments:
Post a Comment