JL. Candi 3, No. 454, 65146, Malang-Indonesia

Wednesday, October 5, 2016

PARADE MUHARRAM 1438H


Syiar Islam Santri PP. AH dalam wadah Parade Muharram 1438 H

Malang, 02 Desember 2016 Tepat jam 07.00 Pagi, suara lantunan solawat dan syair-syair islam bergemuruh di kota Pendidikan Malang ini. Tidak lain aktornya merupakan akademisi islam lebih-lebih santri yang ikut serta dalam kegiatan Parade Muharram 1438 H dengan bertemakan “ Umat Islam Bersatu, Tegakkan Amar ma’ruf nahi munkar dalam wadah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”. Kegiatan ini merupakan buah hasil kerjasama antara Pemerintah Kota Malang (Kemenag Kota Malang) dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Malang. Peserta kegiatan parade ini diperkirakan mencapai 50 ribu peserta dari seluruh Tk/RA/TA/BA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK negeri maupun swasta, Pondok Pesantren dan Madrasah diniyah serta organisasi masyarakat NU dan Muhammadiyah kota malang.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, persatuan dan kesatuan untuk meningkatkan solidaritas intern umat Islam di kota Malang, mengokohkan tegaknya amar ma’ruf nahi mungkar demi terwujudnya Malang Bermartabat, serta memperkuat komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Rute dari parade ini adalah start dari Balaikota Malang menuju Jalan Kahuripan, selanjutnya Jalan Basuki Rahmat, Jalan Merdeka Barat, Jl Kauman, Jl. KH Hasyim Asy’ari, Jalan Ade Irma Suryani, Jalan Pasar Besar, Jalan Zainal Arifin, Jalan Aris Munandar, Jalan Mojopahit kemudian finish di Alun-Alun Kota Malang.
Walikota Malang H. Moch Anton berharap agar kegiatan parade muharram 1438 hijriyah, diadakan bertujuan untuk mengarahkan serta mengajak masyarakat luas kepada kebaikan dengan merefleksikan syi’ar islam dalam kehidupan sosial; mengagungkan syi’ar agama islam, mengembangkan kreativitas dakwah islam, menyediakan wahana seni yang positif terhadap masyarakat, serta menginformasikan nilai-nilai islam pada masyarakat melalui kreasi seni islami. “ Tentu Kerjasama yang baik ini antara kementrian agama, organisasi NU maupun Muhammadiyah menjadi kekuatan bersama untuk kota malang” ujar Abah Anton (www.humas.malangkota.go.id)
Rombongan PP AH menampilkan parade telur hias serta slogan slogan syiar islam yang mana hampir setiap kamar pun mencoba mengkreasikan slogan slogan tersebut dalam selebaran besar dan tak lupa juga rombongan PP Ah dituntun oleh lantunan merdu solawat dari group banjari PP AH.
Pada kegiatan pembukaan Parade Muharram ini juga dibacakan deklarasi Ummat Islam bersatu oleh Ir. H. Barono MM, Sekretaris MUI Kota Malang dan didampingi kemenag kota malang, pemerintah kota malang, DPRD kota malang dan perwakilan ormas islam serta dilanjutkan dengan Doa Oleh Ketua MUI sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Anwarul Huda KH. M. Baidlowi Muslich.




GALERY PP AH ON PARADE MUHARRAM 1438



Monday, May 16, 2016

Pelaksanaan Imtihan Kenaikan Kelas Diniyah

Pelaksanaan Imtihan Kenaikan Kelas Diniyah

Tepat Hari Juma’at,13 Mei 2016, Santri PP. Anwarul Huda melaksankan Ujian Diniyah Kenaikan Kelas. Pelaksanaan Ujian ini berlangsung sampai hari Rabu Malam Kamis (6 hari). Pelaksanaan Ujian berlangsung di kelasnya masing-masing sesuai dengan tingkatan kelasnya. Mulai dari Kelas Awaliyah terdiri dari dua tingkatan, yaitu Awaliyah 1 dan 2, Kelas 1 dan 2 Wustho serta Kelas 1 dan 2 Ulya.

Model ujiannya pun berbeda-beda sesuai dengan kemauan Asatidnya. Ada Asatid yang menginginkan Ujian dilaksanakan dengan Soal Pilihan ganda dan isi, namun ada juga Asatid yang menginginkan model Ujian Diniyah dengan menggunakan metode baca Kitab Langsung kepada Asatidnya.

Suasana Pelaksanaan Imtihan Di Kelas 2 Ulya

Setelah pelaksanaan Ujian Diniyah, santri akan memeriahkan Pra Haflatul Imtihan dengan Beberapa perayaan Lomba-Lomba. Mulai Lomba yang sifatnya Umum, antar TPQ maupun lokal Pondok Pesantren Anwarul Huda sendiri.

Semoga segala agenda padat ini yang berlangsung di PP. Anwarul Huda diberikan kelancaran dan bermanfaat bagi semuanya.

Amin........

Friday, April 1, 2016

SEJARAH BERDIRINYA PP ANWARUL HUDA

Pondok Tempo dulu


Lembaga pendidikan pesantren sudah dikenal sejak adanya bukti Islamisasi di nusantara. Para sejarawan menyebutkan lembaga pesantren berkembang di Jawa pada sekitar abad ke-15 (Hamda, 2011). Pendidikan pesantren tersebut sebagai tempat belajar para pemeluk agama baru untuk mempelajari agama Islam secara mendalam (Hasbullah, 2001:2). Adanya pesantren juga menjadi salah satu faktor penyebab Islamisasi di Jawa berkembang pesat. Para santri2 yang telah selesai belajar, mereka kembali ke masyarakat dan menyebarkan agama Islam.
Pesantren sebagai simbol perlawanan baik dalam revolusi fisik maupun revolusi kebudayaan. Hal itu terlihat pada masa itu, di-haramkannya sistem pendidikan modern milik Belanda dan larangan berpakaian layaknya orang barat. Hal itu melahirkan pesantren yang disebut pesantren salafiyah (tradisional).
Salah satu daerah yang memiliki perkembangan pesantren dengan pesat ada di daerah Kota Malang. Berdasarkan sumber wikipedia, terdapat 44 lembaga pendidikan pesantren yang tersebar di Kota Malang. Salah satu pesantren di Kota Malang adalah pesantren Anwarul Huda.
Pesantren Anwarul Huda merupakan pesantren dengan karakteristik salafiyah (tradisional). Pesantren salafiyah berarti pesantren tersebut masih mempertahankan sistem pengajaran tradisional, dengan materi pengajaran kitab-kitab klasik atau disebut kitab kuning (Hasbullah, 2001:156).Pesantren ini berada di kelurahan Karangbesuki.
KH. Muhammad Yahya pengasuh pesantren Miftahul Huda – Gading, generasi ke-4 pernah mengajak H.M. Baidowi Muslich untuk berdakwah di daerah Karangbesuki. Beliau berkata kepada HM. Baidowi Muslich yang ketika itu masih menjadi santrinya “mbesok ono pondok pesantren dek kene” (suatu saat nanti ada pondok pesantren disini).
Suatu hari, masyarakat Karangbesuki berserta tokohnya mewakofkan sebidang tanah HM. Dasuki kepada keluarga KH. Muhammad Yahya. Dengan diwakofkan tanah tersebut dimungkinkan agar tanah tersebut dapat digunakan untuk memperjuangkan agama Islam. Selain itu, Masyarakat Karangbesuki memandang perlunya pemuka agama (kiai) di daerah tersebut untuk dimintai saran dalam hal urusan agama. Dalam masyarakat Kiai menjadi tokoh yang sentral dan dominan dalam kehidupan suatu pesantren.Sehingga, predikat kiai berhubungan dengan suatu gelar kehormatan yang dikeramatkan, yang menekankan pada kemuliaan dan pengakuan yang diberikan secara suka rela kepada ulama Islam (Qosim, 2003:8).
Setelah mewakafkan tanah tersebut, putra KH. Muhammad Yahya bernama H. M. Dimyati Ayatullah Yahya meninggal dunia. Setelah ± 40 hari puteranya, KH. Muhammad Yahya juga menyusul berpulang ke Rahmatullah. Adanya kejadian tersebut membuat Ibu Nyai Hj. Siti Khotijah Yahya merasa kehilangan kedua orang yang dikasihinya. Akhirnya tanah wakof tersebut dikembalikan. Keluarga alm. KH. Muhammad Yahya merasa belum mampu untuk mengelola tanah tersebut. Dengan dikembalikannnya tanah tersebut diharapkan mampu dikelola oleh masyarakat Karangbesuki sendiri untuk dimanfaatkan masyarakat (Yaqien, 2013).
Masyarakat Karangbesuki memanfaatkan tanah tersebut untuk didirikan sebuah Yayasan Pendidikan Islam Sunan Kalijaga yang terdiri dari Masjid Sunan Kalijaga RA, MI dan MTs Sunan Kalijaga. Pendidikan tersebut berbasis keislaman.
Pada tahun ± 1994 keluarga alm. H. Dasuki, saudara H.M. Khoiruddin menjual tanah yang berada di dekat Masjid Sunan Kalijaga (Yaqien, 2013:4). Kemudian banyak pembeli menawarkan diri termasuk orang Cina dengan harga menarik. Sebelum memutuskan masyarakat Karangbesuki meminta saran kiai. Kiai tersebut adalah KH. M. Baidowi Muslich. Beliau memberikan saran untuk membelinya secara bersama-sama.
KH. Baidowi Muslich ingin tanah tersebut didirikan sebuah pesantren. Sesuai amanat dari alm. KH. Muhammad Yahya.
Pada tahun 1997 dimulailah pembangunan pesanten sebagai bukti kesunggugan beliau. Tepatnya pada tanggal 2 Oktober 1997 Pondok Pesantren Anwarul Huda diresmikan. Pembangunan tersebut juga dibantu oleh masyarakat sekitar Karangbesuki. Sebelum pembangunan tersebut KH. Baidowi Muslich meminta restu dari Ibu Nyai H. Siti Khotijah Yahya. Beliau menamakan pesantren tersebut dengan nama “Anwarul Huda”. Nama tersebut dipilih agar tidak jauh berbeda dengan pesantren Miftahul Huda (Gading). Selain itu, Pesantren Miftahul Huda adalah induk dari lahirnya pesantren baru tersebut. Anwarul Huda berasal dari bahasa Arab artinya “cahaya-cahaya petunjuk”. Sistem pendidikan maupun pengelolaannya mengadopsi sistem Pesantren Miftahul Huda.

PRA HAFLATUL IMTIHAN 2016


Dalam rangka memperingati Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Anwarul Huda 2016, Panitia Pelaksana akan mengadakan acara Kiswah (Kreasi Santri Menjalin Ukhuwah) serta acara Lainnya yaitu Cek Kesehatan, Donor Darah dan Seminar Kewirahusaan. secara Garis Besar Lomba yang akan dilaksanakan merupakan sebuah rutinitas dan bagian kompetensi yang dimiliki oleh santri sepertihalnya Musabaqah Tilawatil Quran, Musabaqah Khatil Qur'an, Futsal Antar Pesantren dan Lomba Lomba Antar TPQ se-malang Raya.
Untuk lebih jelas dan detail mengenai perlombaan yang diadakan dalam rangka memperingati haflatul imtihan ke 18 PP. Anwarul Huda Malang, silahkan download Pamflet Disini serta Pamflet Kegiatan Sosial disini.
Adapun Petunjuk Pelaksanaan bisa didownload di sini 



Thursday, March 3, 2016

HAFLATUL IMTIHAN 2015

Ustad Ainul Yaqin membuka acara Gebyar Lomba Haflatul Imtihan




Alhamdulillah, agenda rutinan PP. Anwarul Huda yang dilaksanakan pada setiap satu tahun sekali berjalan dengan lancar. Acara haflatul imtihan ini dibuka oleh beberapa Perlombaan yang sifatnya umum serta ada pula perlombaan yang khusus diikuti oleh para santri Anwarul Huda sendiri. Pembukaan Gebyar Lomba Haflatul Imtihan 2015 dibuka oleh Ustad Ainul Yaqin dan dilanjutkan dengan perlombaan umum yaitu Lomba Qira’atul Qutub dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Acara ini dimeriahkan oleh beberapa perlombaan yaitu :
a.       Lomba Umum
-          Qira’atil Qutub
-          Musabaqah Tilawatil Qur’an
b.      Lomba Khusus
-          Futsal
-          Khitobah
-          Dramatical Poem
-          Qira’atil Qutub
-          Khutbah dan Bilal Jum’at
Persembahan Tarian oleh Santriwati TPQ

Wisuda Diniyah PP. Anwarul Huda thn 2015

KH. Baidlawi Muslich sedang memberikan Ceramah Agama