Maulid Nabi Muhammad Saw
Posted by Unknown on 10:21 PM with No comments
Maulid Nabi Muhammad Saw
KH. M. Baidhowi
Muslich
Perlu diketahui bahwa,
salah satu dari pada perintah Allah yaitu cepat-cepat menuju kebahagiaan,
memelihara ibadah dan mudawwamah (terus-menerus) dalam taat kepada Allah.
sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur'an al-karim:
“Dan bersegeralah kamu mencari ampu-nan dari Tuhanmu dan mendapatkan
surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang
bertakwa.” (Al-Imran:133)
Sebagaimana kita yakini
kebena-rannya bahwa junjungan kita nabi besar Muhammad saw adalah seorang yang
dipi-lih Allah sebagai nabi dan rasulnya yang terakhir. sebagaimana firman
Allah:
“Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia
adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu.” (Al-Ahzab:40)
Dalam ayat lain Allah
berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan
Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan
(yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Memati-kan, maka
berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman
kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia,
agar kamu mendapat petunjuk.” (Al-A’raaf:158)
Setelah nabi Muhammad
saw Allah tidak menurunkan akan mengutus lagi se-orang nabi lain yang membawa
syariat baru. itu artinya syariat yang dibawa oleh nabi kita ini berlaku
sepanjang zaman sam-pai hari kiamat nanti.
kita yakini pula bahwa
nabi Muha-mmad saw diutus untuk semua umat
manu-sia, bukan hanya untuk bangsa arab. Allah swt menegaskan dalam
Al-Qur'an:
“Katakanlah, “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu
hubung-kan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu (-Nya), tidak mungkin! Sebenarnya
Dia-lah Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”(As-Saba’:28)
Dengan demikian berarti
bahwa sebenarnya syariat islam ini dimaksudkan untuk semua umat manusia,tanpa
mengenal batas-batas waktu dan tempat sampai akhir jaman. adapun maksud utama
dari pada islam ini di syariatkan kepada manusia, tidak lain adalah untuk
kepentingan umat manusia itu sendiri, agar mendapatkan kebahagian hidup yang
abadi mulai dari hidup di dunia ini sampai di akhirat nanti.
Oleh karena itu
perjuangan nabi Muhammad saw dalam menyebarkan benih-benih hidayah islam kepada
umat manusia ini, harus dilanjutkan dan di lestarikan oleh umatnya. adapun
hal-hal yang harus di lakukan dalam dakwah itu ialah:
1. Meluruskan I'tiqod
Banyak kepercayaan yang
timbul dan lenyap sepanjang zaman. banyak kenya-kinan yang telah dipegang kemudian diting-galkan orang. dan
banyak fisafat yang digali dan dikembangkan, namun akhirnya lenyap di lupakan
karena perkembangan pengetahuan.
Banyak jalan yang boleh
ditempuh, banyak cara yang boleh di lakukan, tetapi sendi-sendi iman atau rukun
iman yang 6 tidak boleh kendor. pada zaman sekarang masih ada orang-orang yang
kurang menya-kini akan kebesaran tuhan dengan alasan tuhan tidak tampak oleh
mata. mereka mengi-nginkan tuhan untuk bisa dilihat,sehingga mereka
mempertu-hankan bentuk-bentuk dengan harta kekayaan, sebagai kemauan hawa
nafsunya. Allah menceritakan orang-orang yahudi yang yakin melihat tuhan
“Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak akan
beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas,” maka halilintar
menyambar-mu, sedang kamu menyak-sikan.” (Q.S.Al-Baqoroh:55)
2. Meneruskan Amal
Banyak orang yang tidak
beramal, mungkin mereka belum mengetahui bahwa amal itu akan bermanfaat bagi
dirinya maupun orang lain. amal merupakan syarat untuk mendapatkan kebahagiaan,
disamping iman.
3. Akhlaqul Karimah (membersihkan jiwa)
Amal-amal lahiriyah
yang sudah banyak dan manfaat itu banyak yang rusak disebabkan
penyakit-penyakit kejiwaan seperti sombong, riya', sum'ah(popularitas), ujub
(berbangga diri) dan sebagainya. islam menganjurkan agar orang-orang berakhlak
mulia, sebagaimana yang dijelaskan oleh nabi kita Muhammad saw.
4. Mengukuhkan Kepribadian
Islam mengajarkan agar
kepribadian seseorang berpola agama, sehingga semua aktivitas hidupnya itu di
warnai dengan nafas agama islam. memang islam tidak mengenal pemisahan antara
urusan keagamaan dengan urusan keduniaan. demikian pernyataan Allah dalam
Al-Qur'an:
“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguh-nya shalatku, ibadahku, hidupku dan
matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam” (Al-An’Am:162)
5. Mengukuhkan Persaudaraan
Islam mengajarkan
persaudaraan, sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah
antara kedua saudaramu (yang berseli-sih) dan bertakwalah kepada Allah agar
kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujarat:10)
semoga kita tergolong
orang-orang yang tetap beriman dan beramal sholeh. bahagia di dunia maupun di
akhirat. Amiin
Categories: BULETIN JUM'AT, LP3AH

0 comments:
Post a Comment