Iman, Ilmu, dan Amal
Posted by Unknown on 9:37 PM with No comments
Iman, Ilmu, dan Amal
KH. M. Baidhowi Muslich
Orang yang benar-benar bertaqwa
kepada Allah akan mendapat jaminan isti-mewa dari Allah yaitu tidak akan takut
dan khawatir dalam menghadapi kehidupan yang akan dating di negeri akhirat, dan
tidak akan susah atau perihatin untuk mening-galkan kehidupan duniawi ini.
Mereka selalu gembira dan optimis, tidak susah dan pesi-mis walaupun menghadapi
situasi seperti apapun. Allah menyatakan dalam Al-Qur'an:
“Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu,
tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati
{62}. (yaitu) orang-orang yang ber-iman dan mereka selalu bertakwa {63}. Bagi
mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehi-dupan} di
akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang
demikian itu adalah kemenangan yang besar {64}”. (Qs Yunus: 62-64)
Didalam meningkatkan taqwa
kepada Allah, seseorang tidak bisa melepaskan diri daripada tiga hal yang tidak
bisa dipisah-pisahkan antara satu dengan yang lain, tiga hal dimaksud yaitu:
Iman, Ilmu, dan Amal. Ibarat sebatang pohon yang baik dan sempurna adalah pohon
yang bisa berbuah dan buah itu bermanfaat. Iman adalah ibarat pohon atau
batangnya, dan amal adalahbuahnya, sedangkan ilmu adalah bagaikan situasi atau
keadaan yang menyebabkan pohon itu bisa subur dan berbuah.
Buah selamanya tidak akan ada
tanpa adanya pohon, sedang pohon tidak akan sempurna manakala tidak berbuah.
Selanjutnya pohon itu tidak akan subur dan berbuah tanpa adanya situasi yang
memung-kinkannya seperti: tanah yang subur, air dan udara yang cukup, serta
sinar matahari yang memadai. Demikian pulalah dengan Iman, Amal, dan Ilmu.
Hanya dengan iman atau keyakinan saja belum cukup dan kurang manfaat tanpa
adanya amal perbuatan yang baik. Perbuatan yang baik tidak aka nada artinya
kalau tidak didasari dengan iman. Selan-jutnya iman bisa menjadi subur dan
kuat, amal bisa menjadi sah dan diterima jika ditunjang dengan ilmu.
Sebagai contoh konkrit yaitu:
sese-orang mau menegakkan shalat lima waktu, sebab orang itu iman dan percaya
shalat itu akan dihisab dan akan
ditanyakan pertama kali nanti pada waktu hari kiamat. Orang mau berpuasa karena
ia percaya bahwa puasa akan membuahkan disiplin dan taqwa. Orang mau jujur
sebab ia yakin bahwa jujur itu bisa membawa keselamatan di dunia maupun di
akhirat. Semua itu dikerjakannya sebab adanya ilmu yang dimiliki oleh seseorang
tersebut. Perumpamaan Allah dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 24-25 adalah
sebagai berikut:
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah
telah membuat perumpamaan kali-mat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya
teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit {24}. Pohon itu memberikan buahnya
pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan
itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat {25}”. (QS Ibrahim: 24-25)
Diantara tiga hal tersebut yang
akan kita tekankan disini adalah Ilmu, dan terlebih lagi adalah amal, sebab
dengan bertambahnya ilmu dan meningkatnya amal ibadah, maka iman yang
terkandung di dalam hati akan menjadi subur dan ko-koh. Tentang pentingnya
ilmu, Allah memerintahkan kepada Nabi agar Nabi suka berdo'a: rabbi zidni ilma
(“Ya Tuhanku, tambahlah aku ilmu”)
Memang ilmu adalah Roh daripada
islam. Jangan harap orang menjadi muslim yang baik jika tidak mengerti tentang
agama-nya. Jangan harap suatu masyarakat menjadi menjadi masyarakat yang baik,
jika di tempat itu tidak ada pengkajian tentang agama.
Kemudian tentang pentingnya ilmu
amal, islam adalah agama yang sangat meng-utamakan amal bahkan menganjurkan
sema-ngat beramal. Islam melarang ummatnya me-nganggur dan bermalas-malasan.
Namun seba-liknya, islam memerintahakan agar ummatnya beramal menurut cara dan
kemampuannya masing-masing. Allah berfirman:
“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada
manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang som-bong;
dan apabila Dia ditimpa kesusahan niscaya Dia berputus asa.”(QS Al-Israa: 83)
Yang punya harta bisa beramal
dengan hartanya, yang punya ilmu bisa beramal dengan ilmunya, yang pandai
menulis dengan tulis-annya, dan yang punya kekuasaan dengan kekuasaannya,
demikianlah seterusnya. Perlu kita ketahui bahwa Nabi kita Muhammad SAW adalah
penganjur sekaligus pelopor untuk ber-amal nomor wahid. Beliau telah beramal
dan berjuang untuk kepentingan agama, kepen-tingan kemanusiaan, kesucian, serta
keadilan dikalangan ummat manusia. Allah SWT menyatakan dalam kitab sucinya:
Katakanlah:
"Hai kaumku, berbuatlah sepe-nuh kemampuanmu, Sesungguhnya akupun berbuat
(pula). kelak kamu akan menge-tahui, siapakah (di antara kita) yang akan
memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim
itu tidak akan mendapatkan keberuntung-an.(QS. Al-An'am: 135)
Semangat beramal inilah yang
menyebabkan ummat islam di zaman Nabi dan zaman keemasan islam mengalami
kemajuan dan kejayaan. Hanya dengan semangat beramallah kebenaran dan keindahan
ajaran islam benar-benar dapat dibuktikan, seperti: roda kehidupan masya-rakat
berjalan lancar, tempat-tempat ibadah tampak rapi dan terpelihara, lambing
kelu-huran islam berdiri dengan tegak dan megah. Sebaliknya, jika sema-ngat
beramal menjadi melempem, maka jiwapun juga menjadi melempem, dan ummat islam
niscaya akan menjadi mundur dan diting-galkan oleh zaman.
Akhirnya, berbahagialah orang yang
beriman dan banyak amal, dan celakalah orang yang ingkar dan tidak punya amal.
Firman Allah SWT:
“Dan Adapun orang-orang yang berat
tim-bangan (kebaikan)nya {6}. Maka Dia ber-ada dalam kehidupan yang memuas-kan
{7} Dan Adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya {8}. Maka tempat
kembalinya adalah neraka Hawiyah {9}”. (QS Al Qari'ah: 6-9)
Semoga Allah menjadikan kita
termasuk golongan orang-orang yang kuat imannya, banyak dan manfaat ilmunya,
serta berat timbangan amalnya kelak dihadapan Allah SWT. Amin yaa
mujibassailin.
Categories: BULETIN JUM'AT, LP3AH

0 comments:
Post a Comment