Allah dan Berpasrah Diri pada-Nya
Posted by Unknown on 10:40 PM with No comments
Allah dan Berpasrah Diri pada-Nya
Oleh: Fahmi Fardiansyah.
Menarik jika mernahami firman Allah di surat Ali Imron (3)
ayat26-27:
"Katakanlah: Wahai Allah rajanya raja
berikanlah kepada orang yang Engkau
kehendaki dan cabutlah kerojaan dari orang yang Engkau kehendaki, Engkau mulyakan orang
yang Engkau kehendaki, Engkau
menghina orang yang Engkau kehendaki,
dengan tangan-Mu ado kebaikan,
sesungguhnya Engkau kepada segala sesuatu itu
berkuasa ", (26)
"Engkau masukkan malam
ke dalam siang dun memasukkan siang ke dalam malam, dan mengeluarkan
hidup dari mati don mengeluarkan mati
dari hidup, dan memberikan
rizki kepada yang Engkau kehendaki
tanpa batas ". (27).
Diriwayatkan oleh Ibnu Aby Hatimdari Qatadah berkata,
babwa Rasulullah SAW memohon kepada
Allah SWT agar menjadikan kerajaan Roma
dan Persia, maka turunlah ayat ini.
Pada saat ini
manusia mengupayakan dirinya
untuk bisa menguasai segala yang
ia bisa
kuasai untuk menenangkan kehidupan dun ianya.
Menggunakan ilmunya untuk mencapai
karier intelektual yang
tinggi, menggunakan ekonomi sebagai sarana
menguasai pasar internasional, menguasai politik unruk
menjadi orang yang lidahnya
memiliki kekuatan mernerintahkan orang lain,
menggunakan jabatan untuk menjadi
tangan yang berkuasa atas bawahannya, bahkan menggunakan
ilmu agama, mengatas namakan agama, berdalil
al-Qur’an dan Sunnah untuk menarik golongan yang membela dirinya, menyanjung dirinya, dan menjadi tentaranya. Hingga manusia lupa Allah adalah
rajanya raja, rneski manusia bisa
menguasai dunia, manusia tidak bisa mengusai pergantian siaug
dan malam, hidup
dan mati. Hingga Allah mengingatkan kekuasaan yang
ada ditangan manusia adalah atas kehendak Allah. Hanya Allah yang
berkuasa memberikan kekuasaan kepada yang dikehendakinya dan mencabut kekuasaan itu, hanya Allah yang berkuasa memulyakan manusia
dan menghinakannya. Manusia lupa akan semua hal itu.
Allah
mengingatkan, usaha yang kalian mati-matian bela tidak bisa
berhasil tanpa adanya ke"iya"an dari-Ku, hitungan yang kalian perhirungkan dalam
setahun kedepan, Lima tahun kedepan, sepuluh tahun kedepan tidak bisa
tercapai tanpa ada ijin dari Allah,
semua atas kuasa Allah, seperti dalamAl-Quran:
"Maha
Kuasa berbuat apa
yang dikehendaki"
(QS al-Buruj: 16)
Indahnya manusia
ingin memikirkan ini dan menghadirkan Allah dalam segala
perhitungan sehari-harinya, indahlah apa yang dikatakan Nabi Daud As
kepada anaknya Nabi Sulaiman As, "bahwa
ketaqwaan seseorang dirunjukkan dengan 3
hal: bagusnya tawakkul
(berpasrab diri kepada Allah) didalam apa yang tidak
diperolebnya, dan bagusnya ridlo didalam
apa yang telah diperolebnya, dan
bagusnya kesabaran didalam apa yang telah terlewatkan".
Apa yang diartikan
Indah oleh as-Sayyid Muhammad bin Alawi bin
Abbas al-Maliki aJ-Makky
tentang tawakkul, tawakkul adalah keyakinan hati bahwasanya
perkara-perkara semuanya berada ditangan Allah
wujud dan tidak wujudnya,
semua perkara tidak bisa memberi bahaya, bennanfaat, memberi
manfaat, pencegah selain Allah, kemudian tenangnya hati dan diamnya kepada janji Allah dan jaminan-Nya, hingga gentar dan
guncang ketika faktanya berbalik dengan keinginan, semua kejadian
dikembalikan kepada Allah.
Berusaha tetap
tapi perlu diingat
kuasa Allah diatas
usaha manusia, usaha tetap selama
usaha sesuai tuntunan Allah, usaha tetap selama untuk jayanya
agama Allah, usaha tetap
selama tidak menyakiti hati rasulullah
shalallahualaihiwasalam, uasaha tetap dilakukan selama untuk mewujudkan
kemaslahatan kaum muslimin, hanyalah
Allah yang menghendaki adanya semua itu untuk mengetahui mana diantara
manusia ini yang bagus responnya akan ketentuanAUah, dalam
ayat:
"Dialah yang menciptakan mati dan
hidup untuk menjadi cobaan dalam
mengetahui mana diantara (hamba Allah
ini) lebih bagus amalnya (respon baik akan ketentuanAllah). "(Q.S al-Mulk: 2)
Nabi
bersabda: "Jibril mendatangiku, dan berkata:
"wahai Muhammad, hiduplah
sesukamu maka sesungguhnya kamu adalah
mayyit (akan mati), dan cintailah apapun yang engkau kehendaki maka sesungguhnya kamu akan
berpisah dengan itu, dan berbuatlah apapun
yang kamu kehendaki maka
sesungguhnya kamu dibalas
dengan hal itu,
dan ketahuilah sesungguhnya
mulyanya seorang mukmin ketika
dia menegakkan sholat malam,
dan keagungan seorang mukmin ketika
merasa cukup diantara
manusia." Diriwayatkan Baihaqi dari Jabir. (HR. Baihaqi dari Jabir)
Categories: BULETIN JUM'AT, LP3AH

0 comments:
Post a Comment