DOA SENJATA ORANG MUKMIN
Posted by Unknown on 8:52 PM with No comments
DOA SENJATA ORANG MUKMIN
Oleh: Nurul
Yaqien, M.Pd.*
Manusia sebagai mahluk sosial tidak
akan lepas dari berbagai masalah yang muncul dalam kehidupannya. Ketika manusia
sudah tidak dapat mengandalkan kemampuannya, sudah berusaha dengan semaksimal
mungkin untuk menyelesaikan semua masalahnya akan tetapi belum juga kunjung
selesai, maka pada saat itulah ia akan pasrah dan me-minta tolong (berdoa)
kepada Dzat Yang Maha Kuasa. Ia merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk
menyelesaikan per-masalahannya, karena ia sadar bahwa manusia hanya dapat
berusaha akan tetapi keberhasilan dari usahanya bukan ia yang menentukan akan
tetapi Allah-lah yang menentukan.
Bagi orang mukmin do'a meru-pakan
senjata yang sangat ampuh untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ia hadapi
di dunia ini. Rasulullah Saw. bersabda: " Do'a adalah senjata seorang
mu'min, tiang agama dan cahaya langit dan bumi (HR. Hakim). Do'a akan menjadi
senjata ampuh bagi orang mu'min, hanya saja terkadang ada sebagian manusia yang
kurang yakin akan kehebatan do'a yang ia panjatkan. Maka tidak heran, apabila
ada orang yang tidak dikabulkan doanya sehingga menyangsikan kekuatan do'a
sebagai senjata ampuh dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ia hadapi.
Kehebatan sebuah senjata ter-gantung
pada pemakainya, bukan hanya diperlukan ketajamannya saja akan teta-pi juga
kekuatan lengan untuk menga-yunkan senjata tersebut serta tidak ada-nya
penghalang yang dapat mengha-langi senjata kita untuk membunuh musuh. Apabila
ketiga perkara ini yaitu ketajaman, kekuatan lengan dan tidak adanya penghalang
terpenuhi, maka dapat diyakini bahwa senjata tersebut akan bermanfaat bagi
penggunanya, dan sebaliknya apabila senjata tersebut tum-pul, lengan tidak
dapat diayunkan dan ada penghalang pada musuh maka sudah tentu tidak akan dapat
mencapai keinginan yang diharapkan. Demikian pula doa, apabila doa itu di
lakukan dengan benar niscaya do'a tersebut akan menjadi senjata ampuh bagi
setiap mukmin.
Sering kali kita
mendengar orang berkeluh kesah bahwa ia telah banyak berdo'a atau memohon
kepada Allah Swt. baik siang maupun malam akan tetapi do'a yang ia panjatkan
kepadaNya tidak juga kunjung dikabulkan. Padahal Allah Swt. telah berfirman:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku berta-nya kepadamu (Muhammad) tentang
Aku, maka (jawa-blah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku menga-bulkan per-mohonan
orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku (QS. Al-Baqoroh:186)
Permasalahan ini
apabila sese-orang tidak didasari oleh iman yang kuat serta pengetahuan tentang
do'a yang benar akan dapat membuat orang men-jadi ragu akan kebenaran firman
Allah, dan bahkan menyeret ia pada kekufuran.
Dalam Al-Qur'an juga
telah dise-butkan bahwa Allah Swt berfirman: "berdo'alah kepadaKu niscaya
Aku kabul-kan untuk-mu" (QS.Al Mukmin 60). Ayat- ayat tersebut
mengisyaratkan bahwa Allah Swt. akan mengabulkan do'a siapa saja dari hambaNya,
yang mau memohon ke-padaNya selama tidak mengandung dosa dan memutuskan
silaturrahim. Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada seorang mus-limpun yang
berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan pemu-tusan silaturrahim
melainkan Allah akan memberinya satu diantara tiga hal berikut : mengabulkan
doanya di dunia ini menga-bulkannya di akhirat nanti atau memaling-kannya dari
satu keburukan yang seban-ding dengan doanya" (HR. Ahmad, Hakim, Baihaqi,
Ibn Abi Syaibah dan Abu Ya'la).
Keterangan hadits ini menunjukkan bahwa ketika ada orang yang berdoa dan
tidak dikabulkan oleh Allah berarti ada sesuatu yang salah (yang mencegah
terkabulkan-nya doa) pada diri orang yang berdoa tersebut. Apabila
kesalahan-kesalahan itu tidak dilakukan niscaya doanya akan didengar dan
dikabulkan oleh Allah Swt.
Permasalahan ini pernah
terjadi ketika seorang bertanya pada Ibrahim Bin Adham ra, tentang mengapa doa
kita tidak dikabulkan? lalu Beliau menjawab: "Sebab hati kalian telah
mati" kemudian orang itu bertanya lagi: "Apa yang membunuhnya"?
lalu Syeh Ibrahim menjelaskan ada delapan perkara yang menyebabkan hati menjadi
mati.
Pertama: Kalian
mengetahui hak-hak Allah tapi kalian tidak memenuhinya. Kedua: kalian membaca
Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkan isinya. Ketiga: kalian mengaku cinta kepada
Nabi Muhammad Saw tetapi tidak mengamalkan sunnah-sunnahnya. Keempat: kalian
menyatakan takut mati tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Kelima: Allah telah mewahyukan: "Sesungguhnya syetan itu adalah musuh
bagimu maka jadikanlah ia sebagai musuhmu. (QS. Al-Fathir:6) tetapi kalian
justru mentaati ajakannya untuk bermaksiat pada Allah. Keenam: kalian mengaku
takut pada siksa neraka tetapi kalian tenggelamkan tubuh kalian ke dalamnya.
Ketujuh: kalian menyatakan cinta surga tetapi tidak beramal untuknya.
Kedelapan: ketika bangun tidur kalian lem-parkan aib-aib dibelakang punggung
kali-an dan kalian hamparkan aib orang lain di depan mata kalian. Kalian
membuat Allah murka. Jika semua ini kalian lakukan bagaimana doa kalian akan
dikabulkan?. jawab Ibrahim bin Adham.
Allah Pasti akan
mengabulkan doa kita selama doa itu dipanjatkan dengan tidak dilakukan niscaya
doanya akan didengar dan dikabulkan oleh Allah Swt. benar diantara syarat
dikabulkan-nya doa adalah makanan dan pakaian yang halal. Dalam sebuah hadits
yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rasulullah menyebut-kan bahwa ada seorang
laki-laki yang melakukan perjalanan jauh sehingga ram-butnya acak-acakan dan
berdebu lelaki itu kemudian menengadahkan tangan lalu berdoa Duhai Tuhanku...
Duhai Tuhanku.. sedangkan makanannya haram, minu-mannya haram, pakainannya
haram, bagaimana mungkin doanya akan dikabul-kan kata Rasulullah.
Di samping menghilangkan
peng-halang diterimanya doa juga ada keten-tuan-ketentuan yang harus dilakukan
dalam melakukan do'a agar doa kita di kabulkan oleh Allah Swt. Di antara
keten-tuan tersebut menurut Said Bin Ali bin Wahf Al-Qahthani yaitu: Pertama:
harus Ihlas, yaitu membersihkan do'a dan amal dari segala yang mencampurinya
dan menjadikannya hanya untuk Allah semata, tidak karena riya', tidak pula
karena som-bong, melainkan hanya mengharap ridlo Allah semata.
Kedua: mengikuti
Rasulullah (dalam tatacara berdo'a) dan ini adalah syarat diterimanya seluruh
ibadah. Yaitu dengan menegakkan syari'at dan sunnah-sunnah yang telah di
ajarkan oleh Rosulullah Saw kepada umatnya.
Ketiga: percaya dan
yakin bahwa do'a kita diterima oleh Allah. Sebab keka-yaan Allah Swt. tidak akan
pernah habis diberikan kepada seluruh mahluk-Nya seperti yang termaktub dalam
hadits Qudsi Allah Swt. berfirman: “Wahai ham-baKu seandainya semua mahluk dari
yang pertama sampai yang terakhir dari jenis manusia dan jin semuanya berdiri
di satu tempat yang tinggi lantas memohon kepada-Ku lalu Aku berikan setiap
orang akan perbuatannya maka tidaklah ber-kurang kekayaan-Ku karena memenuhi
permintaan mereka itu melainkan ibarat air laut dimasukkan jarum kedalamnya.
(HR. Muslim)”
Seorang muslim yang
mengetahui hadits tersebut maka pastilah ia tidak akan ragu-ragu lagi bahwa
do'anya akan dika-bulkan. Doa dengan keyakinan yang kuat merupakan salah satu
syarat terkabulnya do'a. Hal tersebut telah diterintahkan oleh Rosulullah Saw
yang telah di riwayatkan oleh Abu Hurairoh ra. bahwa Rosulullah Saw. bersabda
Berdoalah kepada Allah dan kamu yakin akan terkabul do'amu tersebut. (HR.
At-Tirmidzi).
Keempat: Menghadirkan
hati dikala berdo'a. Yaitu memohon kepada Allah Swt dengan khusyu' dan penuh
harapan. Seba-gaimana pendapat Imam Ibn Rajab Dalam Musnad Imam At-Tirmidzi, Abu Hurairoh meriwayatkan
bahwa Rosulullah Saw ber-sabda: "Berdo'alah kamu kepada Allah sedang kamu
yakin akan terkabul do'amu tersebut, dan ketahuilah bahwa Allah tidak
mengabulkan do'a yang hatinya lalai dan tidak serius. (HR. At-Tirmidzi)”.
Kelima: ada keinginan
yang kuat dan kesungguhan dalam berdo'a. (tidak main-main). Seorang muslim
hendaknya berdoa memohon kepada Allah
Swt dengan keinginan yang kuat dan kesungguhan dalam berdoa. oleh karena itu
Rosulullah Saw melarang berdoa dengan istisna' (mengecualikan dengan mengatakan
jika engkau menghendaki).
Dari Anas Rasulullah
Saw bersabda: Apabila berdoa salah seorang diantara kamu maka hendaklah ia
memiliki keinginan yang kuat dalam berdo'a, janganlah ia berdoa Ya Allah jika
Engkau menghendaki berikanlah kepadaku, sesungguhnya Allah tidak ada yang dapat
memaksaNya. (HR. Bukhori Muslim).
Walhasil mudah-mudahan
dengan mengetahui, meng-hayati, dan mengamalkan berbagai hal tentang
diterimanya do'a, menjadikan setiap doa kita mustajab/diterima oleh Allah Swt.
Amien...
*Beliau adalah Kepala
Pondok Pesantren Anwarul Huda Malang sekaligus Dosen di UIN Malang
Categories: BULETIN JUM'AT, LP3AH

0 comments:
Post a Comment