Islam dan Pembangunan
Posted by Unknown on 10:27 PM with No comments
Islam dan Pembangunan
Oleh: KH.
Muhammad Baidlowi Mushlich.
Peristiwa-peristiwa
yang tejadi dalam sejarah sering memberikan pelajaran yang sa-ngat berharga
buat kita semua. Suatu contoh yaitu peristiwa yang dulu pernah menimpa
kera-jaan Sabaiyah pada tahun 120 sebelum masehi. Peristiwa ini dimuat dalam
Al-Qur'an surat Saba' ayat 15 s/d 17
Artinya: Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di
tempat kediaman mereka Yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah
kiri (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang
(dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Ne-gerimu) adalah
negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun" {15}.
Tetapi mereka berpa-ling, Maka Kami datangkan kepada mere-ka banjir yang besar
[banjir besar yang disebabkan runtuhnya bendu-ngan Ma'rib] dan Kami ganti kedua
kebun mereka de-ngan dua kebun yang di-tumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah
pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr [Pohon Atsl ialah sejenis pohon
cemara pohon Sidr ialah sejenis pohon bidara] {16}. Demi-kianlah Kami memberi
Balasan kepada mereka karena ke-kafiran mereka. dan Kami tidak menjatuhkan azab
(yang demi-kian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir{17}
Kerajaan Sabaiyah terletak di daerah Yaman yang sekarang, didirikan oleh
rajanya yang pertama bernama Saba', dengan Ibu Kota nya bernama Ma'rib. Raja Saba' dengan duku-ngan rakyatnya yang besar,
giat membangun seluruh wilayah kerajaan. Suatu proyek raksasa yang termasyhur
berhasil dibangun, yaitu pro-yek bendungan air yang bernama “Saddu Ma'rib”.
Bendungan ini dapat menampung air hujan dimusim panas yang turun 3 bulan dalam
setiap tahun. Air dari waduk Saddu Ma'rib ini kemudian dialirkan kebawah
melalui kamal-kamal untuk mengairi daerah pertanian seluruh wilayah negeri
Sabaiyah.
Keberhasilan proyek
Saddu Ma'rib ini membawa negeri Sabaiyah ke tingkat kemak-muran yang sangat
tinggi. Demikian makmur-nya, sehingga sempat pula mereka membangun dua buah
taman bergantung yang indah jelita, yang merupakan karya besar yang sangat
me-nakjubkan seperti Piramida di Mesir, Menara Eifel di Perancis, dsb.
Kemak-muran negeri Sabaiyah ini digambarkan dalam Al-Qur'an sebagai suatu:
Arab (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur)
“Negeri yang makmur mendapat rohmat dari Allah Yang Maha Pengampun”
Tetapi sayang,
kemakmuran negeri Sabaiyah ini tidak berlangsung lama, ternyata kemakmuran yang
mereka peroleh itu tidak membawa syukur mereka kepada Tuhan yang memberi
Rohmat, tetapi malah sebaliknya Akhirnya Allah menghancurkan negeri Sabaiyah.
Bendungan raksasa Saddu Ma'rib runtuh dan banjir bandang yang ditimbulkannya
menenggelamkan seluruh wilayah negeri Sabaiyah. Kerajaan Sabaiyah porak
poranda, sama-rata dengan tanah, dan hancur untuk selama-lamanya. Allah SWT
menjelaskan dalam Al-Qur'an:
Artinya: Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka
banjir yang besar [banjir besar yang disebabkan runtuhnya bendungan Ma'rib] dan
Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang
berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr [Pohon Atsl ialah sejenis
pohon cemara pohon Sidr ialah sejenis pohon bidara] {16}. Demikianlah Kami
memberi Balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. dan Kami tidak
menja-tuhkan azab (yang demikian itu), melain-kan hanya kepada orang-orang yang
sangat kafir{17}.
Sayang sekali,
pembangunan yang di-gerakkan di negeri Sabaiyah tersebut, hanya me-nyangkut
segi pembangunan fisik-materil, se-perti: bendungan raksasa, taman bergantung,
penghijauan, dan pembangunan sektor pertani-an. Sedangkan pembangunan dalam
bidang mental-spiritual (agama) diabaikan. Tentu saja pembangunan yang demikian
itu hanya dapat menghasilkan kemegahan materi yang menjadi kebutuhan lahiriah
manusia, sedang jiwa manu-sia itu sendiri kerdil dan gersang. Akhirnya faktor
pembangunan manu sia yang diabaikan itulah yang menjadi sebab hancurnya semua
hasil pembangunan yang telah dikejar dengan susah payah.
Dari peristiwa sejarah
ini kita harus bisa mengambil suatu pelajaran yang sangat penting bagi
kehidupan di dunia ini. Itulah se-babnya peristiwa tersebut diabadikan dalam
Al-Qur'an, maksudnya adalah menjadi peringa-tan agar hal serupa tidak terulang
kembali.
Namun sayangnya
seringkali ummat manusia dimana-mana banyak yang melupakan sejarah, sehingga
nampak sekali berbagai keja-dian alam, musibah, dan bencana yang melanda di
berbagai kawasan dan belahan dunia ini ada-lah merupakan peringatan Tuhan.
Maka, selaku ummat terbaik yaitu ummatnya Nabi Muhammad SAW, tidak henti-henti
dan tidak boleh berhenti melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar (menyeru dan
mengajak kepada yang baik serta mencegah perbuatan mungkar). Begitulah perintah
Allah SWT:
Artinya: Kamu adalah umat yang terba-ik yang dilahirkan untuk manusia,
me-nyuruh kepada yang ma'ruf, dan mence-gah dari yang munkar, dan beriman
ke-pada Allah. Sekiranya ahli kitab ber-iman, tentulah itu lebih baik bagi
mere-ka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mere-ka adalah
orang-orang yang fasik.
Pada saat sekarang ini,
mungkin zaman hampir berakhir,begitu berat tantangan yang kita hadapi, sebab
semakin banyaknya ummat manu-sia yang lupa kepada Allah SWT. Semakin ba-nyak
orang yang tidak iman lagi kepada akhirat, semakin banyak orang yang tidak
takut siksa neraka, sehingga apa yang mereka lakukan?
Mereka tidak lagi
mengindahkan perin-tah Allah, tidak mengaji, sholat, puasa, beramal, walhasil
semua kebaikan mereka tinggalkan. Sebaliknya, mereka banyak yang nekat
melang-gar larangan-larangan Allah, mencuri, judi, mi-num minuman keras, dan
lain-lain. Semua itu telah menjadi peristiwa harian yang tidak aneh lagi di
dengar diteli-nga, hasil penelitian tera-khir menunjukkan bahwa di Indonesia
sekarang ini ada sekitar 4 juta orang menjadi pecandu narkoba, ironis-nya
sebagian diantaranya adalah para pemuda dan mahasiswa. Setiap harinya
ter-hitung ada 4 orang yang meninggal dunia sebab mabuk karena narkoba. Belum
lagi yang terus mene-rus berbuat maksiat dan para pendukung-nya: pornografi dan
pornoaksi yang mudah un-tuk diakses dan membuka lebar-lebar auratnya tanpa rasa
malu bagaikan hewan, dansa-dansa ala barat yang kafir jauh dari nilai moral
keaga-maan. Ironisnya, terkadang ada yang berpakaian islami, pakai sorban dan
ada pula yang berjilbab Pada akhirnya
kita menjadi heran, apakah benar mereka itu muslim dan muslimat? Ataukah
orang-orang kafir yang pura-pura menjadi mus-lim atau muslimat? Bagaikan
“musang berbulu ayam”.
Oleh karenanya, marilah
kita waspada terhadap munafiqin yang dikuasai oleh setan-setan. Kita selamatkan
diri kita dan keluarga kita ma-sing-masing dari siksa api neraka. Begitulah
se-ruan Allah SWT dalam kitab sucinya Al-Qur'an:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat
yang kasar, keras, dan tidak men-durhakai Allah terhadap apa yang
dipe-rintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Demikianlah, semoga
kita dan keluarga kita masing-masing selamat. Amin-amin Yaa Robbal Alamin.
Categories: BULETIN JUM'AT, LP3AH

0 comments:
Post a Comment